Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu’min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS. At-Taubah : 105)
Sebuah Cangkir Yang Cantik
Motivasi di atas adalah gambaran kita untuk mencapai kesuksesan dan kehidupan yang lebih baik. Kita sebagai seorang muslim dilarang hanya bertopang dagu dan berpangku tangan mengharap rezeki datang dari langit.
Kita harus giat bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup diri dan keluarga. Bahkan dikatakan oleh Nabi Saw bahwa tidak ada yang lebih baik dari usaha seseorang kecuali hasi kerjanya sendiri. Hal ini tentunya juga bukan sembarang kerja tetapi pekerjaan yang halal dan tidak bertentangan deng syari’at agama Islam
Baca Juga :
Mari beramal melalui tulisan ini,..


"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan" (QS. Al-Qashash : 77)

"Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu (QS. At-Thalaq ayat 12)".(alquran-indonesia.id)
Hidup ini adalah sebuah siklus yang terus berputar dan kadang kita menemukan bahwa kita berada diatas maupun dibawah. Pada sebuah keadaan yang tidak kita inginkan, setiap individu tentunya membutuhkan suntikan motivasi dan energi agar jiwa yang sedang gundah dan galau tersebut bisa melanjutkan kehidupan dengan penuh semangat.
"Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di
waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu
mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar
kezaliman yang besar".(QS.Lukman : 13) (alquran-indonesia.id)
KESIMPULAN :
Jika engkau masih memiliki seorang ayah bersyukurlah, lalu datang pada nya dan sungkem, peluklah dan katakan bahwa engkau menyayanginya.
Berbuat baik terhadap kedua orang tua sangat di anjurkan, apalagi kita sebagai seorang anak haruslah taat dan berbakti kepada kedua orang tua.
Hidup ini adalah sebuah siklus
yang terus berputar dan kadang kita menemukan bahwa kita berada diatas maupun
dibawah. Pada sebuah keadaan yang tidak kita inginkan, setiap individu tentunya
membutuhkan suntikan motivasi dan energi agar jiwa yang sedang gundah dan galau
tersebut bisa melanjutkan kehidupan dengan penuh semangat.
Bekerja dengan etos kerja yang maksimal agar mendapatkan hasil yang berkah, bukan hasil yang banyak, karena keberkahan adalah tujuan seorang muslim mencari harta.
Rasulullah telah menganjurkan dalam sebuah hadits, bahwa mencari kayu bakar dengan pergi ke bukit lalu menaruh di punggungnya untuk di jual, ini menggambarkan etos kerja yang tinggi yang harus di lakukan oleh seorang muslim.
Para pemenang tidak melakukan hal-hal yang berbeda, mereka hanya
melakukannya dengan cara yang berbeda
Syaikh Abdul Qadir lahir pada hari Rabu tanggal 1 Ramadan di 470 H, 1077 M.di kota Na'if, Gilan-e Gharb, Gilan, yang terletak di selatan Laut Kaspia yang sekarang menjadi Provinsi Mazandaran di Iran. Ada dua riwayat sehubungan dengan tanggal kelahiran al-Ghauts al_A'zham Syekh Abdul Qodir al-Jilani Amoli. Riwayat pertama yaitu bahwa ia lahir pada 1 Ramadhan 470 H. Riwayat kedua menyatakan Ia lahir pada 2 Ramadhan 470 H. Tampaknya riwayat kedua lebih dipercaya oleh ulama. (sumber : id.wikipedia.org)
Suatu ketika Syaikh Abdul Ghadir al Jiylani diberi pesan oleh Ibunya ketika beliau hendak pergi keBaghdad untuk mencari Ilmu.…
"anak ku.. Sebelum wafat, ayah mu berpesan agar kau menghabiskan hidupmu untuk belajar Ilmu Agama. Ayahmu menitipkan uang untuk kebutuhanmu belajar." Ibu Abdul Ghadir pun memasukkan uang yg dititipkan almarhum ayahnya ke dalam saku kecil Abdul Ghadir.
"Dan anak ku.. Aku berpesan kepadamu, jangan sekali kali kamu berdusta." Abdul Ghadir kecil dititipkan Ibunya kpd khafilah dagang yg ke Baghdad, kemudian pergi meninggalkan Jiylan.…
Di tengah perjalanan, khafilah dagang itu dirampok. Semua harta mereka jarah.
salah seorang perompak itu melihat seorang anak kecil di situ, dan kemudian ia memanggil ketua perompak.
Ketua perompak berkata kpd Abdul Ghadir kecil :
"Hei anak kecil! Apa kau punya harta?"
"Ya, aku punya." Abdul Ghadir menjawab.
"Brp harta yang kau punya?" kata perompak.
"Aku punya sekian." Abdul Ghadir kecil menyebutkan jumlahnya.
"Kau simpan dimana hartamu!?"
"Di saku ku." kata Abdul Ghadir dengan polosnya.
Ketua perompak itu tertawa, kemudian bertanya :
"Hei! Tidak tahu kah kau siapa aku ini? Aku ini adalah perompak!"
Abdul Ghadir kecil menjawab "Ya aku tau siapa kamu, kamu yg akan mengambil harta ku."
"Kenapa kamu memberi tahu hartanya, sedangkan kamu tau bahwa hartamu akan ku ambil?"
"Aku berjanji kepada Ibu ku untuk tidak pernah berdusta, krn itu aku menjawab ketika ditanya."
"Ibu kan tidak ada disini, dia tidak akan tahu."
"Iya Ibu ku tak tahu, tapi Allah menyaksikan ketika aku berjanji kepada Ibu ku. Maka dimanapun aku berada aku tidak akan berdusta."
Lalu ketua perompak itu tertegun sejenak.. Kemudian berteriak kpd semua kawanannya :
"Hei kalian! Anak ini melaksanakan janji kepada Ibunya untuk tidak berdusta sedangkan Ibunya tidak melihatnya. Kita bertahun tahun menjadi perompak tanpa takut bahwa Allah menyaksikan kita.…
Kembalikan semua harta mereka!"
Semua perompak itu bertaubat..
Lalu ketua perompak itu bertanya "Hendak kemana kau pergi, hai anak kecil?"
"Aku ingin pergi ke Baghdad mencari Ilmu Agama." kata Abdul Ghadir kecil.
"Maka aku ikut dengan mu." kata ketua perompak.…
Semoga renungan ini bermanfaat buat kita semua, terutama dalam memotivasi diri serta meningkatkan keimanan kita kepada Allah swt., juga mendapat pelajaran yang sangat berharga untuk diri kita umumnya untuk pembaca yaang budiman.
KESIMPULAN :
“Tetapi jikalau mereka berlaku jujur pada Allah, niscaya yang demikian
itu lebih baik bagi mereka".
Lihatlah betapa mulianya sifat jujur. Selain dalil ayat Al Quran,
banyak juga hadist tentang kejujuran dan kebohongan yang disampaikan oleh
Rasulullah SAW. Dimana dijelaskan bahwa bersikap jujur, adil dan menegakkan
kebenaran akan membawa kita ke surga, sebaliknya berbohong dan menipu baik
perkataan dan perbuatan akan memasukkan kita ke neraka.

















